HUKUMAN KEBIRI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN ANAK DAN KAITANNYA DENGAN HAK ASASI MANUSIA / THE CASTRATION PUNISHMENT FOR CHILD RAPIST AND ITS RELATION TO HUMAN RIGHT

Fitri Wahyuni

Abstract


Fenomena kejahatan pemerkosaan terhadap anak merupakan kejahatan yang sangat meresahkan dalam masyarakat dewasa ini. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak telah memuat sanksi hukum bagi pelaku pemerkosaan.  Akan tetapi, terdapat beberapa kelemahan yang timbul bila sanksi hukum tersebut dikenakan bagi pelaku pemerkosaan terhadap anak. Sanksi pidana terhadap pelaku pemerkosaan tersebut dianggap tidak memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan pemerkosaan. Sehingga, pemerintah mengesahkan perpu mengenai hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosaan terhadap anak. Hukuman kebiri merupakan hukuman yang menunjukkan cara berfikir balas dendam, sehingga pendekatan hukuman kebiri ini sudah lama ditinggalkan. Selain itu, dalam tujuan pemidanaan hukuman kebiri belum mencerminkan rasa keadilan. Disebabkan hukuman kebiri belum memberikan efek jera bagi pelaku serta tidak selaras dengan prinsip-prinsip hak yang mengakomodasi hak-hak keberlangsungan keturunan bagi pelaku tindak pidana.

The phenomena of rape against children are very alarming in today's society. The Penal Code and the Child Protection Act has posted punishment on the perpetrator, but there are some disadvantages that arise when legal sanctions are imposed on child rapist. Criminal sanctions against rapist are deemed not provide a deterrent effect. The government passed perpu on castration punishment for child rapist. The castration punishment was a punishment that shows revenge way of thought, so the approach has long been abandoned. In addition, from the objective of sentencing, castration punishment has not yet reflected the sense of justice. Since it has not provided a deterrent effect for offenders and unbalanced with the principles of the right to accommodate the rights of the sustainability of offspring for the offender.


Keywords


kebiri, pemerkosaan, hak asasi manusia / castration, rape, human rights

Full Text:

PDF

References


Buku

Adami Chazawi. Pelajaran Hukum Pidana, Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori-Teori Pemidanaan & Batas Berlakunya Hukum Pidana. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010.

Andi Hamzah. Asas-Asas Hukum Pidana. Cetakan IV. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Annisa. “Analisis Viktimisasi Struktural Terhadap Tiga Korban Perdagangan Perempuan.” Jurnal Kriminologi Indonesia Vol. 7, no. No.III (2011): Hlm.307-319.

Delizar Putra. Konsepsi Al Qur’an Tentang Hak-Hak Asasi Manusia. Jakarta: Al Husna, 1987.

Eddy O.S. Hiariej. Prinsip-Prinsip Hukum Pidana. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka, 2014.

Eko Prasetyo & Supraman Marzuki. Perempuan Dalam Wacana Pemerkosaaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offest, 1997.

Ekotama, Pudjiarto, G. Widiartana. Abortus Provocatus Bagi Korban Pemerkosaan Perspektif Victimologi Kriminologi Dan Hukum Pidana. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya, 2001.

Haryanto. Dampak Sosio-Psikologis Korban Tindak Pemerkosaan Terhadap Wanita. Yogyakarta: Pusat Studi Wanita Universitas Gadjah Mada, 1997.

Ishaq Ahmed. Konstitusionalisme, HAM Dan Reformasi Islam Dalam Rekonstruksi Shari’ah II, Kritik, Konsep, Penjelajahan Lain. Yogyakarta: LKIS, 1996.

Ismantoro Dwi Yuwono. Penerapan Hukum Dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2015.

Jan Remmelink. Hukum Pidana Komentar Atas Pasal Terpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda Dan Padanannya Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Marcus Priyo Gunarto. “Sikap Memidana Yang Berorientasi Pada Tujuan Pemidanaan.” Jurnal Mimbar Hukum Vol.21, no. No. 1 (2009): hlm.108.

Moeljatno. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jakarta: Bumi Aksara, 2003.

Muladi dan Barda Nawawi Arief. Teori-Teori Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni, 1984.

Nurul Qamar. Hak Asasi Manusia Dalam Negara Hukum Demokrasi (Human Right in Democration Rechtsstaat). Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Ridwan Syah Beruh. Membumikan Hukum Tuhan : Perlindungan Ham Perspektif Hukum Pidana Islam. Bekasi: Pustaka Ilmu, 2015.

Satjipto Rahardjo. Hak Asasi Manusia Dalam Masyarakatnya. Bandung: Refika Aditama, 2005.

Soerodibroto, S. KUHP Dan KUHAP Dilengkapi Dengan Yurisprudensi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1994.

Supriyadi Widodo Eddyono dkk. Menguji Euforia Kebiri Catatan Kritis Atas Rencana Kebijakan Kebiri (Chemical Castration) Bagi Pelaku Kejahatan Seksual Anak Di Indonesia. Jakarta: Institute for Criminal Justice Reform ECPAT Indonesia, 2016.

Suryono Ekotama. Abortus Provocatus Bagi Korban Pemerkosaan. Yogyakarta: Universitas Atmajaya, 2001.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1990.

Warshaw, R. I Never Called It Rape. New York: Ms. Foundation for Education and Communication, Inc, 1994.

Wignjosoebroto, S. Kejahatan Pemerkosaan Telaah Teoritik Dari Sudut Tinjau Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, 1997.

Wirjono Prodjodikoro. Tindak-Tindak Pidana Tertentu Di Indonesia. Jakarta: Eresco, 1990.

Zachary Edmods Oswald. “‘Off With His....’ Analyzing the Sex Disparity in Chemical Castration Sentences”.” Michigan Journal of Gender and Law Vol. 19, no. 471 (n.d.): Hlm. 484.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia

Internet

http://www.wikipedia.com/pemerkosaan/. Terkahir di kunjungi tanggal 25 Januari 2016 jam 17.00 wib.

http://daerah.sindonews.com/read/1038479/174/gadis-sedang-haid-diperkosa-2-pemuda-pasar-rumbai-1440855963. (Terakhir kali dikunjungi pada 8 September 2015, jam 10.15 wib)

http://daerah.sindonews.com/read/1036380/174/ayah-anak-3-perkosa-gadis-keterbelakangan-mental-1440394121(TerakhirkalidikunjungipadaSenin,24Agustus2015,12:28wib)

www.harianterbit.com/m/megapol/read/2015/08/04/37120/29/18/sederet-kasus-pemerkosaan-terhadap-anak. (Terakhir kali dikunjungi pada Rabu, 30 September 2015, 20:20 wib)

www.goriau.com/berita/hukrim/bejat-apak-rutiang-ini-dipergoki-warga-saat-sedang-asyik-tiduri-anaknya-yang-masih-berusia-8-tahun.html (Terakhir dikunjngi pada Senin 12 Oktober 2015,13.32 wib)

https://id.m.wikipedia.org/wiki/kejahatan_seksual_terhadap_anak_di_Indonesia.Diakses 12 Agustus 2015.jam 15.15.am.

MZaidWahyudi.Sumber:Kompas,19Mei2014,http://rumahpengetahuan.web.id/suntik-kebirimematikan-dorongan-seksual/




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.6.2.2017.279-296

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :

                

Copyright of Jurnal Hukum dan Peradilan (p-ISSN 2303-3274) dan (e-ISSN 2528-1100). Powered by OJS, Theme design by IT Team.

Mahkamah Agung   Creative Commons License