MEMAHAMI KEDUDUKAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DI INDONESIA: SISTEM UNITY OF JURISDICTION ATAU DUALITY OF JURISDICTION? SEBUAH STUDI TENTANG STRUKTUR DAN KARAKTERISTIKNYA / UNDERSTANDING ADMINISTRATIVE COURT IN INDONESIA: UNITY OF JURISDICTION OR DUALITY OF JURISDICTION SYSTEM? A STUDY OF HIERARCHY AND CHARACTERISTIC

Umar Dani(1*)

(1) Pengadilan Tata Usaha Negara
(*) Corresponding Author

Abstract


Ada dua perbedaan prinsip sistem peradilan di berbagai negara hukum, yaitu: pertama: sistem unity of jurisdiction yang dianut oleh negara-negara hukum rule of law yang hanya mengenal satu set pengadilan yaitu pengadilan biasa (pengadilan umum) dan tidak mengenal eksistensi PTUN. Kedua: sistem duality of jurisdiction yang dianut oleh negara-negara hukum rechtsstaat dikenal adanya dua set pengadilan yaitu pengadilan biasa (pengadilan umum) dan PTUN, pengadilan umum berpuncak ke Mahkamah Agung sedangkan PTUN berpuncak ke Dewan Negara (Conseil d’Etat). Kedua sistem ini bukan hanya struktur organisasi pengadilan yang berbeda, tetapi substansi hukum maupun hukum acaranya juga berbeda. Untuk di Indonesia, hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peradilan di Indonesia sangat unik, jika dilihat dari struktur organisasi peradilan maka lebih dekat pada sistem unity of jurisdiction, sedangkan jika dilihat dari prinsip-prinsip pengadilan atau tata cara penyelesaian sengketa maka lebih dekat pada sistem duality of jurisdicton sehingga penulis menyimpulkan bahwa sistem peradilan Indonesia adalah sistem campuran.

The two main different principles in judicial system in the various legal states are namely (first): as the unity of jurisdiction system applied by rule of law which only consisted of civil court and, (second): the duality of jurisdiction system which applied by rechtstaat law states that is known consisted of civil court and administrative court. Civil court culminates in the Supreme Court while the Administrative Court culminates in the State Council (Conseil d'Etat). These two systems are not just different in court organizational hierarchy, but also different ini the legal substance and the legal procedural. The research reports show that the judicial system in Indonesia is very unique, from the judicial organizational hierarchy perspective is closer to the system of unity of jurisdiction, whereas from the principles of the court and the procedure of dispute settlement perspective is closer to the duality of system jurisdicton so the authors finally conclude that the judicial system of Indonesia is a mixture system.


Keywords


pengadilan tata usaha negara; rechtsstaat; rule of law; unity of Jurisdiction; duality of jurisdiction; administrative court; rechtsstaat; rule of law; unity of jurisdiction; duality of jurisdiction;

Full Text:

PDF

References


Buku

Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Simposium Peradilan Tata Usaha Negara, Cetakan Pertama, Bandung: Binacipta, 1977.

Basah, Sjachran, Hukum Acara Pengadilan dalam Lingkungan Peradilan Administrasi (HAPLA), cetakan pertama, Jakarta: Rajawali Press, 1989.

Bogdan, Michael, Comparative Law, Sweden, Norstedts Juridik Norway: Kluwer and Taxation Publishers, 1994.

Brown, L. Neville and John S. Bell, French Administrative Law, Fifth Edition, Oxford New York: Oxford University Press, 2003.

Budiarjo, Miriam, Dasar-Dasar Ilmu Politik, cetakan kesebelas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2015.

Cruz, Peter de, Perbandingan Sistem Hukum Common Law, Civil Law dan Sosialits Law, diterjemahkan oleh Narulita Yusron, Cetakan I, Bandung: Nusa Media, 2010

Dicey, A.V, Introduction the Study of the Law of the Constitution, diterjemahkan oleh Nurhadi, Pengantar Studi HukumKonstitusi, cetakan IV. Bandung: Nusamedia, 2014.

Frydman, M. Patrick, 11th Annual AIJA Tribunals Conference, in Association with the Council of Australian Tribunals, 5-6 June 2008, Watermark Hotel & Spa, Surfers Paradise, Queensland.

Lotulung, Paulus Effendi, Hukum Tata Usaha Negara dan Kekuasaan, Penerbit Salemba Humanika, Jakarta, 2013.

Manan, Bagir, Prospek Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia, disampaikan dalam Rapat KoordinasiNasional MA-RI Dengan Jajaran Peradilan Tata Usaha Negara Se Indonesia Tahun 2008, di Hotel Panghegar Bandung, 14-16 Januari 2008.

Marzuki, Peter Mahmud, Pebelitian Hukum, Edisi Revisi, Cetakan ke-9, Jakarta, Prenadamedia Group, 2014.

MD, Moh. Mahfud, Konstitusi dan Hukum dalam Kontroversi Isu. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010.

________________, Politik Hukum Menuju Pembangunan Sistem Hukum Nasional, disampaikan pada Seminar Arah Pembangunan Hukum Menurut UUD 1945 Hasil Amandemen yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Departemen Hukum dan HAM tanggal 29-31 Mei 2006 di Mercure Ancol Hotel, Jakarta.

Muntoha, Negara Hukum Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945, Yogyakarta: Penerbit Kaukaba, 2013

Muslimin, Amrah, Beberapa Asas dan Pengertian Pokok Tentang Administrasi Dan Hukum administrasi, Bandung: Alumni, 1985.

Pound, Roscoe, The Development of Constitutional Guarantees of liberty, New Haven, London: Yale University Press, 1957.

Sauvé, Jean-Marc, The French Administrative Jurisdictional System, Materi Pidato di Hunter Valley, Australia, 4 Maret 2010.

Seerden, Rene JGH dan Frits Stroink, Administrative Law of the European Union, its Member States and United States (a Comparative Analysis), edisi kedua, Groningen: Intersentia, 2002.

St. Munadjat Danusaputro, Le Conseil d’Etat Dalam Tinjauan Peradilan Administrasi Negara RI, Ceramah pada Simposium Peradilan Tata Usaha Negara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional pada tanggal 5-7 Februari 1976 di Jakarta.

Stroink, F. and E. van der Linden, Judicial Lawmaking and Administrative Law, Intersentia Antwerpen: Oxford, 2005.

Szente, Zoltan and Konrad Lachmayer, The Principle of Effective Legal Protection In Administrative Law, London and New York: Routledge Taylor & Francis Group, 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.7.3.2018.405-424

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracting and Indexing By: