PERKARA FIKTIF POSITIF DAN PERMASALAHAN HUKUMNYA / FICTIOUS PROCEEDINGS AND ITS LEGAL PROBLEM

Enrico Simanjuntak

Abstract


Undang-Undang Administrasi Pemerintahan (UUAP) telah mengadopsi konsepsi Lex Silencio Positivo yakni suatu mekanisme hukum yang mensyaratkan otoritas administrasi untuk menanggapi atau mengeluarkan keputusan/tindakan yang diajukan kepadanya dalam limit waktu tertentu dan apabila prasyarat ini tidak terpenuhi, otoritas administrasi dianggap telah mengabulkan permohonan penerbitan keputusan/tindakan itu. Sebagai suatu konsep hukum baru, kaidah lex silentio positivo yang dalam khasanah hukum administrasi Indonesia lebih dikenal sebagai keputusan/tindakan fiktif positif (fictitious approval atau tacit authorisation) memerlukan kajian, harmonisasi dengan ketentuan-ketentuan hukum terdahulu, yakni konsep keputusan fiktif negatif. Tulisan ini bermaksud mendiskusikan beberapa masalah pokok menyangkut konsepsi fiktif positif dalam hukum administrasi Indonesia.

Law of Administration (UUAP) has adopted a conception of Lex Silencio Positivo, a legal mechanism that requires the administering authority to respond or issue a decision/action brought before it within the limit of a certain time and if these preconditions are not met, the administering authority is deemed to have granted the application for the issuance of the decision/action it. As a new legal concept, rules of lex silentio positivo the realm of administrative law that Indonesia is known as “fictitious approval” or “tacit authorization” requires assessment, harmonization with the provisions of the previous law, namely the concept of fictitious negative decision.  This paper intends to discuss some key notes concerning the conception of fictitious positive in Indonesia administrative law.


Keywords


Undang-Undang Adminitrasi Pemerintahan; Fiktif positif; Fiktif Negatif; Law of Administration; fictitious approval; fictitious rejection;

Full Text:

PDF

References


de Graaf, K. J., & Hoogstra, N. G. “Silence Is Golden? Tacit Authorizations in the Netherlands, Germany and France.” Review of European Administrative Law 6, no. 2 (2013): 7.

Oswald Jansen. Comparative Inventory of Silencio Positivo. Utrecht School of Law, 2008.

———. Silence of The Administration. Edited by Jean-Bernard Auby. Brussels: Maastricht Faculty of Law, 2015.

Parisio, Vera. “The Italian Administrative Procedure Act and Public Authorities’ Silence.” Hamline Law Review 36, no. 1 (2013): 10.

Yasin, Muhammad dkk. Anotasi Undang-Undang No. 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. Jakarta: UI-CSGAR, 2017.

Yodi Martono Wahyunadi. “Kompetensi Absolut Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Konteks Undang-Undang No. 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan.” Universitas Trisakti, 2016.

Hasil Rumusan Diklat Kapita Selekta Sengketa Tata Usaha Negara Bagi Pimpinan Pengadilan Tingkat Pertama, mulai tanggal 19 Maret 2017 sampai dengan 25 Maret 2017 di Pusdiklat Mahkamah Agung RI, Megamendung, Bogor

Varia Peradilan, Majalah Hukum Tahun XXX No. 353 April 2015.

Varia Peradilan, Majalah Hukum Tahun XXXI No. 359 Oktober 2015.

Oswald Jansen (ed.), A few characteristics of the Law of Administrative Procedure in the Netherlands,https://www.academia.edu/11422571/A_few_characteristics_of_the_Law_of_Administrative_Procedure_in_the_Netherlands.

Versi Bahasa Inggris Undang-Undang Prosedur Administrasi Jerman, Administrative Procedure Act (Verwaltungsverfahrensgesetz, VwVfG) diakses dari http://www.iuscomp.org/gla/statutes/ VwVfG.htm pada tanggal 25 Januari 2010. Terjemahan versi Bahasa Inggris tersebut tidak resmi namun dipublikasikan oleh Kementerian Dalam Negeri Jerman.

http://europa.eu/eu-law/decision-making/legal-acts/index_en.htm.

http://ombudsman.go.id/index.php/berita/berita/berita-ombudsman/1837-adrianus-perpres-ganti-rugi-bukan-soal-uang.html.

Services Directive Explanations And Practical Examples. http://ec.europa.eu/DocsRoom/documents/14961/attachments/2/translations/en/renditions/native. Diakses 29 September 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.6.3.2017.379-398

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :

                

Copyright of Jurnal Hukum dan Peradilan (p-ISSN 2303-3274) dan (e-ISSN 2528-1100). Powered by OJS, Theme design by IT Team.

Mahkamah Agung   Creative Commons License