WASIAT WAJIBAH SEBAGAI PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM DALAM PERKARA WARIS BEDA AGAMA (STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 16 K/AG/2010) / THE WAJIBAH WASIYAH AS A LEGAL INVENTION OF JUDGES IN INTERFAITH INHERITANCE (CASE STUDY DECREE OF SUPREME COURT NUMBER 16 K / AG / 2010)

Nurhadi Abdul Gani

Abstract


Mayoritas dalam praktik pembagian waris di Pengadilan Agama bagi ahli waris beda agama, maka ahli waris yang nonmuslim tidak berhak atas harta warisan orang tuanya, putusan yang demikian bukanlah tanpa dasar yang kuat, memang ada dasarnya yang kuat yaitu sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan: Seorang muslim tidak mewarisi seorang kafir, dan seorang kafir juga tidak mewarisi seorang muslim”. Dalam penelitian ini akan mengulas dua rumusan masalah yaitu, apakah putusan MA tersebut merupakan sebuah terobosan hukum atau penemuan hukum dan apakah instrumen hukum pemberian hak waris bagi keluarga yang nonmuslim melalui wasiat wajibah dianggap sudah tepat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 16 K/AG/2010 dapat dianggap sebagai penemuan hukum dalam pembagian waris bagi ahli waris beda agama, dengan tidak melanggar ketentuan hadits tersebut. Instrumen yang digunakan dalam pembagian waris bagi nonmuslim pun sudah tepat yaitu dengan wasiat wajibah.
The majority practice of inheritance distribution in the Religious Courts for the heirs of different religions was the nonmuslim heirs are not entitled to the inheritance of their parents, such a verdict is not without a strong foundation, there is a strong basis utterance of Prophet Muhammad SAW which states: “muslim does not inherit a nonmuslim, and a nonmuslim also does not inherit a Muslim". In this research will review two problem formulas. Firstly, is the Supreme Court's decision a legal breakthrough or legal invention? Secondly, is the legal instrument of granting inheritance rights to nonmuslim families through a wajibah wasiyah considered appropriate. The method used in this research is analytical descriptive. The results of the research indicate that the Supreme Court Decision Number 16 K/AG/2010 can be considered as legal invention in the division of inheritance for the heirs of different religions, without violating the hadith provisions. The instrument used in inheritance distribution toward nonmuslim is right with wajibah wasiyah.

Keywords


waris, wasiat wajibah, non muslim / inheritance, wajibah wasiyah, nonmuslim

Full Text:

PDF

References


A. Jazuli. Kaidah-Kaidah Hukum Islam Dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Yang Praktis. 1st ed. Jakarta: Kencana, 2006.

A. Mukti Arto. Hukum Waris Bilateral Dalam Kompilasi Hukum Islam. 1st ed. Solo: Balqis Queen, 2009.

Abdul Manan. Aneka Masalah Hukum Perdata Islam Di Indonesia. 4th ed. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2014.

———. Reformasi Hukum Islam Di Indonesia: Tinjauan Dari Aspek Metodologis, Legalisasi, Dan Yurisprudensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007.

Abdullah Ismail al-Bukhari. Al-Jami Shahih Al-Musnad Min Hadits Rasulillah Wa Sunanih Wa Ayamih. Juz IV. Kairo: Maktabah As-Salafiyah, n.d.

Abu Abdullah Ibn Majah. Sunan Ibn Majah. 1st ed. Riyadh: Bait Al-Afkar Ad-Dauliyah, n.d.

Abu Muhammad Ibn Hazm. Al-Muhalla. Juz IX. Kairo: Al-Muniriyah, n.d.

Ahmad Ali MD. “Argumen Wasiyat Wajibah Bagi Ahli Waris Non Muslim Sebagai Alternatif Mendapatkan Hak Waris.” Jurnal Mimbar Hukum dan Peradilan, no. No. 77 (2013): 61.

Ahmad Azhar Basyir. Hukum Waris Islam. Yogyakarta: UII Press, 1990.

———. Pokok-Pokok Persoalan Filsafat Hukum Islam. Yogyakarta: UII Press, 1996.

Ahmad Rofiq. Hukum Perdata Islam Di Indonesia. Revisi. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Bustanul Arifin. Pelembagaan Hukum Islam Di Indonesia, Akar Sejarah, Hambatan Dan Prospeknya. Jakarta: Gema Insani Press, 1996.

Fatchur Rahman. Ilmu Waris. 2nd ed. Bandung: Al-Ma’arif, 1981.

H.M. Nurul Irfan. Nasab Dan Status Anak Dalam Hukum Islam. Bandung: Amzah, 2015.

Harun M. Husain. Kasasi Sebagai Upaya Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 1992.

J.N.D. Anderson. Hukum Islam Di Dunia Modern. Edited by A. Machnun Husain. Terjemahan. Surabaya: Amar Press, 1990.

Jalaluddin Abdur Raman As-Suyuti. Al-Asybah Wa an-Nazâir Fi Al-Furu. Beirut: Dar al-Fikr, 1995.

Lahmuddin Nasution. Pembaruan Hukum Islam Dalam Mazhab Syafi’i. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.

M. Anshary MK. Hukum Kewarisan Islam Dalam Teori Dan Praktik. 1st ed. Yogyakarta: Pustaka Pelaja, 2013.

M. Thoha Abdurrahman. Pembahasan Waris Dan Wasiat Menurut Hukum Islam. Yogyakarta: Sumbangsih, 1976.

Muhamad Isna Wahyudi. “Penegakan Keadilan Dalam Kewarisan Beda Agama: Kajian Lima Penetapan Dan Dua Putusan Pengadilan Agama Dalam Perkara Waris Beda Agama.” Jurnal Yudisial Vol.8, no. 3 (2015): 270.

Sayyid Muhammad Rasyid Ridha. Tafsir Al-Qur’an Al-Hakim. 2nd ed. Kairo: Dar al-Manar, 1947.

Wahbah Az-Zuhaili. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuh. Juz VIII. Suriyah: Dar al-Fikr, 1985.

Yusuf al-Qaradawî. Fiqh Minoritas: Fatwa Kontemporer Terhadap Kehidupan Kaum Muslimin Di Tengah Masyarakat Non Muslim. Edited by Adillah Obid. Terjemahan. Jakarta: Zikrul Hakim, 2004.

Zainal Abidin Abubakar. Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Dalam Lingkungan Peradilan Agama. 3rd ed. Jakarta: Yayasan Al-Hikmah, n.d.




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.6.2.2017.317-336

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :

                

Copyright of Jurnal Hukum dan Peradilan (p-ISSN 2303-3274) dan (e-ISSN 2528-1100). Powered by OJS, Theme design by IT Team.

Mahkamah Agung   Creative Commons License