PERANAN PERADILAN AGAMA DALAM MELINDUNGI HAK PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUTUSAN YANG MEMIHAK DAN DAPAT DILAKSANAKAN / THE ROLE OF RELIGIOUS COURT IN WOMEN AND CHILDREN RIGHTS PROTECTION THROUGH PARTIAL AND EXECUTABLE DECISION

Amran Suadi(1*)

(1) Mahkamah Agung RI
(*) Corresponding Author

Abstract


Kewenangan Peradilan Agama banyak bersentuhan langsung dengan kepentingan perempuan dan anak, terutama dalam perkara perceraian dan pengasuhan anak. Peradilan Agama berwenang mengadili sengketa di bidang hukum keluarga dan hukum ekonomi Syariah. Perkara-perkara yang termasuk dalam hukum keluarga seperti perceraian, gugatan nafkah, hak asuh anak, nafkah anak, dan perkara-perkara yang merupakan akibat perceraian, banyak bersentuhan dengan hak-hak perempuan dan anak. Dalam penegakan hukum terkait hak-hak perempuan dan anak, Mahkamah Agung telah mengesahkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 yang menekankan lembaga peradilan lebih memerhatikan aspek perlindungan hak-hak perempuan dan anak dalam memutus perkara. Penelitian ini merupakan penelitian normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peradilan Agama, dalam hal ini telah mengambil peran dalam melindungi hak perempuan dan anak melalui beberapa regulasi dan putusan perkara. Peradilan Agama berupaya memaksimalkan pelaksanaan putusan dengan mengimplementasikan kaidah-kaidah hukum yang responsif sebagaimana dikehendaki dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 sehingga putusan tersebut dapat dieksekusi dengan baik. Selain itu, perlu adanya sinergitas lintas instansi agar upaya melindungi hak-hak kaum perempuan dan anak dapat terwujud secara lebih signifikan.

The authority of Indonesia’s Religious Court has direct relation to women and children interest, especially in divorce and childcare cases. Religious court has the authority in adjudicating cases of family law and Islamic economy law. Divorce, livelihood, child custody, child allowances, and cases related to the direct consequences of divorce have significant matter to the women and children rights. In case of enforcing law that concern to the protection of women and children rights, Indonesia Supreme Court has enacted Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2017 that insist judicial institution to emphasize the protection of those rights in adjudication processes. The Religious Courts have taken a role in protecting the rights of women and children through several regulations and case decisions. This research is a normative study, using a statute approach and a conceptual approach. The results of the study indicate that the Religious Courts has a shot to implement comprehensively legal norms in Perma Nomor 3 Tahun 2017 as of the court decision more executable. Moreover, it is an urgent demand to hold an inter-institutions cooperation to raise the effectiveness of securing women and children rights. 

 


Keywords


Peradilan Agama; perempuan; anak; kendala eksekusi; religious courts; women; children; decision executability;

Full Text:

PDF

References


Buku

Akhmadi, et.al, 2011, Akses Terhadap Keadilan: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Di Indonesia Studi Kasus di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Laporan Penelitian), Jakarta: Lembaga Penelitian SMERU.

Bernard L. Tanya, dkk, 2013, Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi, Genta Publishing, Yogyakarta.

Cate Sumner & Tim Lindsey, 2010, Courting Reform: Indonesia’s Islamic Courts and Justice for The Poor, Lowy Institute, New South Wales.

__________, Courting Reform: Indonesia’s Islamic Courts and Justice For The Poor, International Journal For Court Administration, December 2011.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, 2009, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 2010 – 2014, Dtijen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jakarta.

__________, 2016, Reviu Renstra 2015 – 2019, Ditjen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jakarta.

Erna Sofyan Syukrie, 2003, Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan, Makalah yang disampaikan pada Seminar Pemberdayaan Perempuan di Denpasar Maret 2003.

International Consortium for Court Excellence, 2013, The International Framework For Court Excellence, 2nd Edition, National Center for State Courts, USA.

Mahkamah Agung RI, 2007, Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Tahun 2006, Mahkamah Agung RI, Jakarta.

__________, 2010, Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Tahun 2010, Mahkamah Agung RI, Jakarta.

Nancy Levit & Robert R. M. Verchick, 2016, Feminist Legal Theory, Second Edition, NYU Press, New York.

State Courts Singapore, tt, International Framework For Court Excellence: The State Courts of Singapore Model, A Practical Guide For Sustainable Court Excellence, Singapore.

Pompe, Sebastian. Runtuhnya Institusi Mahkamah Agung. Jakarta: Lembaga Kajian dan Advokasi Untuk Independensi Peradilan, 2012.

Packer, Herbert L. The Limits of the Criminal Sanction. California: Stanford University Press, 1968.

Saldi Isra. Pergeseran Fungsi Legislasi : Menguatnya Model Legislasi Parlementer Dalam Sistem Presidensial Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.

Artikel Jurnal

Adonara, Firman Floranta, “Prinsip Kebebasan Hakim Dalam Memutus Perkara Sebagai Amanat Konstitusi,” Jurnal Konstitusi 12, no. 2 (Juni 2015): 222

Ernawati, Menyibak Perempuan Kepala Keluarga, Muwâzâh, Volume 5, Nomor 2, Desember 2013.

Mahfud MD, Moh. “Aspek Hukum Negara dan Administrasi Negara Kelembagaan Pengadilan Pajak,” Jurnal Hukum dan Peradilan 04, no. 3 (November 2015).

Karangan Esai dalam Buku Kumpulan Karangan

Paul Tillich, “Being and Love,” in Moral Principles of Action, ed. Ruth N. Anshen (New York): Harper & Bros., 1952), 663.

Internet

Hukumonline. “PERADI, HKHPM dan AKHI Surati Ketua MA Soal Sumpah Advokat.” Berita, http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5731d94e12b88/peradi--hkhpm-dan-akhi-surati-ketua-ma-soal-sumpah-advokat (diakses pada tanggal 11 Mei 2016)

http://mampu.or.id/tentang-kami/

Sakina, Ade Irma dan Siti A, Dessy Hasanah, Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia, Social Work Journal, Vol.7 No.1, hlm. 71, (http://etd.repository.ugm.ac.id/downloadfile/66158/potongan/S2-2013-306599 chapter1.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.7.3.2018.353-374

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracting and Indexing By: