URGENSITAS PENDEKATAN PSIKOLOGI DALAM PELAKSANAAN MEDIASI DI PENGADILAN / PSYCHOLOGICAL APPROACH IMPORTANCES IN MEDIATION PROCESS

M. Natsir Asnawi

Abstract


Mediasi di Pengadilan sejauh yang dipahami cenderung dilaksanakan dengan tidak memperhatikan aspek-aspek psikologis para pihak. Aspek psikologis sering dilupakan atau diabaikan oleh sebagian hakim mediator, sehingga proses mediasi yang dijalani lebih sebagai formalitas belaka. Implikasinya, selain persentase keberhasilan mediasi yang rendah, para pihak cenderung gagal mengenali akar permasalahan dalam persengketaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan pendekatan psikologis dalam pelaksanaan mediasi dan implikasinya terhadap hasil mediasi serta pemahaman para pihak mengenai akar masalah dalam persengketaannya mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dalam pelaksanaan mediasi, seorang mediator menerapkan pendekatan psikologi maka kecenderungan suatu mediasi berhasil akan lebih besar. Apabila mediasi tidak berhasil mendamaikan para pihak, setidaknya para pihak dapat lebih memahami akar permasalahan dalam perselisihan mereka sehingga memunculkan cara berpikir baru di antara para pihak yang lebih konstruktif.

The court mediation tends to ignore psychological aspect of the parties. It was frequently put aside by mediator judges as the mediation held just for formality process. It caused the lack percentage of successful mediation and the parties failed to recognize the primary problem. The research’s aim was to analyze the importance of implementation psychological approach to court-annexed mediation and its implication to the result of the mediation process. The research also aims to identify the implication of psychological approach toward parties’ perspective of their dispute. The result of the research has shown that implementation of psychological approach through mediation has arisen the probability of successful mediation. If otherwise happened, the parties have a broader perspective on their problem and released a new constructive way of thinking.


Keywords


mediasi; pengadilan; psikologi; perspektif; mediation; court; psychology; perspective;

Full Text:

PDF

References


Abdul Manan. Aspek-Aspek Pengubah Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media, 2005.

Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.

M. Yahya Harahap. Hukum Acara Perdata: Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, Dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika, 2007.

Puslitbangkumdil MA RI. Naskah Akademis: Mediasi. Jakarta: Puslitbang Kumdil MA RI, 2007.

Syahrizal Abbas. Mediasi Dalam Perspektif Hukum Syariah, Hukum Adat, Dan Hukum Nasional. Jakarta: Kencana, 2009.

Whayne Hoagland. “Alternative Dispute Resolution Provides More Civilized Settlement of Disagreements.” Nation’s Restaurant News. New York, September 2000.

American Arbitration Association. Tanpa Tahun. “Mediation” (Online). (http://www.aaamediation.com/faces/index.jspx;jsessionid=9E7B55CFF71418412974A8F85F541398, diakses 2 Agustus 2010).

Australian Mediation Association. 2003. “Mediation Explained” (Online). (http://www.ama.asn.au/mediationexpl.html, diakses 25 Agustus 2010).




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/JHP.6.3.2017.447-462

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by :

                

Copyright of Jurnal Hukum dan Peradilan (p-ISSN 2303-3274) dan (e-ISSN 2528-1100). Powered by OJS, Theme design by IT Team.

Mahkamah Agung   Creative Commons License