SUBJEK HUKUM MENURUT HANS KELSEN DAN TEORI TRADISIONAL: ANTARA MANIPULASI DAN FIKSI

E. Fernando M. Manullang(1*)

(1) Fakultas Hukum Universitas Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak

Konsep subjek hukum adalah salahkonsep inti dalam hukum. Dalam teori tradisional, konsep ini hanya dimaknai hanya berkaitan dengan hak dan kewajiban belaka. Sementara Hans Kelsen melihat bahwa ada persoalan kuasa dalam hak dan kewajiban. Namun, kuasa ini bukanlah kuasa terutama dalam konsep subjek hukum, karena menurut teori tradisional, ada kuasa di baliknya yang menentukan sesuatu itu adalah subjek hukum yang memiliki kuasa hak atau tidak. Relasi antarkuasa ini berpotensi tidak adil, dan bahkan berpotensi menjadi jahat, karena secara potensial ada manipulasi berbaur fiksi atas nama keyakinan agama atau pandangan sosial tertentu, sehingga si penguasa ini dapat menentukan sesuatu itu adalah subjek hukum yang memiliki kuasa atau tidak. Jikalau tidak memiliki kuasa, maka sanksi akan disiapkan untuk menghukum perilaku yang dianggap menyimpang. 

Abstract

The concept of legal subject is one of the core concepts in law. In traditional theory, this concept is only interpreted in its relation to the rights and obligations. While Hans Kelsen sees that such concept is related to power in rights and obligations. However, this power is not the supreme power in the concept of legal subjects, because according to traditional theory, there is another power behind it which determines the existence of a legal subject whether it has power or not. This power relation is potentially unfair, and even vicious, because there is plausible manipulation mixed with fiction in the name of a religious belief or a social view, hence such power can determine whether a legal subject has power or not. If it has no power, then sanctions will be defined to punish certain behavior that is considered socially improper.


Keywords


kuasa, subyek hukum, hak, kewajiban

Full Text:

Indonesia

References


Buku dan Jurnal

Apeldoorn, L. J. van. 1986. Inleiding tot de Studie van het Nederlandse Recht, atau Pengantar Ilmu Hukum, terj. Oetarid Sadino. Jakarta: Pradnya Paramita.

Cahyadi, Antonius dan Manullang, E. Fernando M. 2011. Pengantar Ke Filsafat Hukum. Jakarta: Kencana.

Cahyono, Achmad Budi dan Sjarif, Surini Ahlan. 2008. Mengenal Hukum Perdata. Jakata: Gitama Jaya.

Derrida, J. 1992. “The Force of Law: The “Mystical Foundation of Authority”, dalam Deconstruction and the Possibility of Justice, ed. Drucilla Cornell, Michel Rosenfeld & David Gray Carlson. New York: Routledge.

Douglas-Scott, Sionaidh. 2013. Law after Modernity. Oxford and Portland, Oregon: Hart Publishing.

Downing, Lisa. 2008. The Cambridge Introduction to Michel Foucault. Cambridge: Cambridge University Press.

Freeman, Michael. 2014. Llyod’s Introduction to Jurisprudence. London: Thomson Reuters.

Griffin, James. 2008. On Human Rights. Oxford: Oxford University Press.

Kelsen, Hans. 1949. General Theory of State and Law. Cambridge: Harvard University Press.

-----. 1967. Pure Theoy of Law. Berkeley: University of California Press.

Kusumaatmadja, Mochtar dan Sidharta, B. Arief. 2000. Pengantar Ilmu Hukum: Suatu Pengenalan Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum. Bandung: Penerbit Alumni.

Manullang, E. Fernando M. 2016. Legisme, Legalitas dan Kepastian Hukum. Jakarta: Kencana.

Marzuki, Peter Mahmud. 2008. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Kencana.

Mertokusumo, Sudikno. 1999. Mengenal Hukum: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Proctor, James D. 2005. “Introduction: Rethingking Science and Religion”, dalam Science, Religion, and the Human Experience, ed. James D. Proctor. New York: Oxford University Press.

Purbacaraka, Purnadi dan Soekanto, Soerjono. 1986. Perihal Kaedah Hukum. Bandung: Penerbit Alumni.

Purbacaraka, Purnadi. 1987. “Disiplin Hukum adalah Disiplin Sosial: Pendahuluan”, dalam Disiplin Hukum dan Disiplin Sosial, ed. Soerjono Soekanto dan R. Otje Salman. Jakarta: Rajawali Press.

Rahardjo, Satjipto. 2000. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Soekanto, Soerjono dan Purbacaraka, Purnadi. 1993. Sendi-Sendi Ilmu Hukum dan Tata Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Tjahjadi, S. P. Lili. 1991. Hukum Moral: Ajaran Immanuel Kant tentang Etika dan Imperatif Kategoris. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Unger, Roberto Mangabeira. “The Critical Legal Studies Movement”, Harvard Law Review, Vol. 96, No. 3 (Jan., 1983), hal. 561-675.

Utrecht, E. dan Djindang, Moh. Saleh. 1989. Pengantar dalam Hukum Indonesia. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Weiringa, Saskia E. 2000. “Indonesia”, dalam Lesbian Histories and Cultures:

An Encyclopedia, ed. Bonnie Zimmerman. New York: Garland Publishing.

Wicke, Jennifer “Postmodern Identities and the Politics of the (Legal) Subject”, boundary 2, Vol. 19, No. 2, Feminism and Postmodernism (Summer, 1992), hal. 10- 33.

Berita

Affan, Heyder 'Politisasi' isu LGBT di balik pembahasan RUU KUHP, diambil dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42770955, diunduh 19 Juli 2018, 08.30 WIB.

AMP, Raden. “Kisah Suami Obati Istri dengan Ganja Berujung Penjara,” diambil dari https://www.liputan6.com/regional/read/2906134/kisah-suami-obati-istri-dengan-ganja-berujung-penjara, diunduh 22 Juli 2018, 1310 WIB.

Greenspoon, Peter. “Medical Marijuana”, dalam https://www.health.harvard.edu/blog/medical-marijuana-2018011513085, diunduh 24 Juli 2018, 23:12 WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.25216/jhp.10.1.2021.139-154

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Abstracting and Indexing by: